Minggu, 10 Februari 2013

Kenapa Harus Menulis?? (English Version)

Note : written in order to complete personal tasks as a delegate from FSLDK Solo Raya in RAPIMNAS FSLDK (Rapat Pimpinan Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia) at Airlangga University 28-31 March 2013.


Why write? One reason for writing was different. In the QS. Al-'Alaq:4, a Muslim is obliged to study, one of which is with a pen or writing. Even we as students should be able to write, because to graduate a college must write a thesis. A piece of this Hadith is very familiar to our ears >> "Tie the knowledge and science with writing." With writing, the knowledge that we will get now will be studied by future generations as a timeless legacy of civilization. When we write, the transformation of ideas will run continuously because when someone writes he should have packed enough knowledge to compose an ideas he had in mind. JOSH!
A Napoleon Bonaparte said, "I am more afraid of the pen of a writer than 1000 enemy soldiers with rifles." Because the writing, knowledge and ideas can be channeled across. In addition, writing can change the world. So writing skills is very important to updated and trained. But unfortunately not everyone has the awareness to write. This is our role to transmit the spirit of writing to the other :).
Knowledge exists in the mind thoughts, verbal and handwriting (Narrated by Ibn Kathir). At the present time, the civilization established by the pen. 20th century is the era of mutual influence over public opinion, we can see some politicians destroyed his image in the public eye simply because media. Media and the public as a judge and persecutors.
The importance of writing and improve writing skills also need to be balanced with regenerate and spread expertise and passion in writing. As an activist Da'wah Campus, it is necessary to be “intelligent journalist - activist” for entice the reader's attention and public to scrutinize the content of the propaganda to be delivered. No doubt, the speed of technological development demand the activists to upgrade themselves.
There is a rumor that tickle our ears "do not write to make money". Absolutely, when we write to make money then the ideas and our intellect would be bought. In addition, when we submit our handwriting to cetain mass media, we should know the terrain and the feature of that media. There are some mass media anti t****yah, for example Tem*o and Komp*s.
So, what is the writing tips? Jusman Dalle gave some important tips how to start writing, by looking for ideas of writing and making framework. Ideas come from reading, seeing, hearing, thinking, discussing. To obtain an idea set forth in writing. Because the key to writing is to sharpen a hunch. In addition, the title of this article also affects the reader's interest. According Jusman Dalle, the article title should be to the point, mysterious, provocative, short and solid, patterned, original. In addition, make a good opening line and flow is important to comfortable-ing the reader to our handwriting.
If some people may have difficulty in finding an idea, then one of the participants of the seminar revealed that "he was too much of an idea". Tips offered by mas is Jusman Dalle is focus on one idea and complete it, (Allah has said in Surah 94:7 too : So that means when you have finished (from something matters), do solemnly (affair) to another .. ) because of the focus we will raise ourselves bargaining position. Moreover, passion is needed in writing because it will bring our writtings more valuable in public eye. Another problem in writing is fear to opine. This could happen because we prepareless in mastering the theme, so we must broaden our insight more and more ^ ^. When people criticized our writings, do not feel inferior, otherwise we should thank him because he was fixing our lack.
Soooo, don’t be discouraged to preaching with our writing. Writing can be a key to success and with writing We Can Change The World.

source: dakwatuna.com with many many changes :)

Kamis, 02 Agustus 2012

VC part IV

-->
Sehabis sholat Subuh kami kembali ke lapangan (disuruhnya istirahat, makan dan persiapan acara selanjutnya). Kelompok putri masak2 bareng pake nesting (nasi abon, telur, dll) nikmat euy.. kami sudah mengemasi barang bahkan sudah melunasi masing-masing hutang kami ke Danlap. :D
Sekitar jam8 kami dipanggil Danlap ke bawah bendera RSN. Kelompok putri sudah siap dengan segala perkap sementara kelompok putra lagi pada bangun tidur. -,-“ Kontan ajaa Danlap marah. Putra disuruh push-up beberapa seri. “saya beri waktu 15menit untuk makan dan mengemasi barang-barang kalian.. hihihi” kelompok putri Cuma bisa ngelihatin tanpa bisa mbantu. :D
15 menit berlalu dan kami dibariskan 2 shaff. “dimanapun kita, kita harus meninggalkan jejak..sekarang kalian lari membuat jejak mengelilingi area sekitar bendera.. SIAP ?? SIAP!! seru para peserta. MULAI!!”
Putaran pertama masih kuat, kedua mulai lemes, ketiga udah pasrah deh. Beberapa kemudian terduduk karena gak kuat. “Bikin jejak disini ajaa gak bisa, gimana kalian bisa bikin jejak di kehidupan saat ini?? Mak jleb jleb..”
Sesi hukum menghukum telah selesai dan kami disuruh ke masjid untuk sesi selanjutnya ‘ternyata outbond’. Carier boleh ditinggal di mesjid (Asyiikk.. ) oiya, kelompoknya tadi udah dibentuk di lapangan pas sesi apaa aku lupa. Ada 4 yaitu Bebek, semut, Tokek dan nyamuk babi.
Outbondpun dimulai start dari

VC part III

-->
“dek dek ayo bangun”.. bisik seorang panitia kepada kami yang sedang tertidur pulas di dalam bivak. Aku pun berpura-pura belum bangun sehingga yang dibangunin 2 temen tendaku terlebih dahulu.. wkwkwk
Dek Erin bilang : eh mbak Risa, Anggi dibawa kemana tuh.. aku takut ihh mbak.. ini masih pagi banget kayake.. tapi kok gak disuruh bawa apa apa yaa?? Cuma bawa senter ajaa mbak.. Jawab : aku juga gak tahu dek, kok suasananya sepi banget yaa..
Dari tenda sebelah terdengar temen temen yang lain juga dibangunin. Mata yang terpejampun tak bisa menghilangkan ketakutan yang ada di dalam pikiran-ku.. aku takut dengan yang namanya kegelapan malam, takut dengan sesuatu yang gelap dan apa apa yang namanya kesndirian.
Akhirnya tibalah giliranku, mbah Hasna ternyata yang jadi PJ mbangunin para peserta dini hariitu. “Dek, al ma’tsurat an dulu yaa di tenda.. tunggu giliran dulu..” iyaa mbak , jawabku singkat. *dalam hati kebat – kebit
Ikuti arah jalanku yaa dek, sampai ke semak semak aku disuruh tayammum..
Sambil melihat ke langit malam terbayang deh semua orang yang akhir – akhir ini kutinggalkan (Iin, Meje, Atik,Thiara, Desil, Sofi.. dsb). Malam ini sangat indah..malam ini bulannya bersinar indah banget.. malam ini bintangnya bagus banget.. malam ini suara binatang malam juga berpadu dengan keindahan malam.. malam ini sempurna.. tapi sayangnya, gak ada kalian di sisiku skarang.. hiks hiks.. J

Kembali ke lapangan, aku disuruh jalan ke salah satu panitia yang duduk di tiker di tanjakan.. untung aku dapet ama Mega bukan yang satunya.. hehe (soale beliau ikhwan >> mas Anwar)
Disuruh mbaca Ali Imran ayat berapa aku lupa.. intinya adalah janganlah kita mengambil teman dekat orang kafir.
Ternyata setelah kucari di Digital Qur’an : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS Ali Imran ; 118)
Kemudian , aku disuruh hafalan ayat kursi.. instruksi selanjutnya -> berjalan menemui panitia di atas, aku dibimbing oleh salah satu panitia sambil ditutup matanya. Sambil bertanya – tanya kemanakah aku akan dibawa kami disuruh ber-istighfar terus – terusan.. aku makin berpikiran aneh – aneh..
Tiba-tiba tanganku ditarik oleh salah satu panitia

VC part II

-->
Next session, upacara pembukaan.
Danlap mulai menunjukkan kekuasaannya di hari kedua itu. Mulai dari menyiapkan barisan kami yang berantakan. Dan saat akhir upacara
‘setelah saya balik kanankan, dalam hitungan 30, kalian harus kembali ke hadapan saya dengan semua barang yang kalian bawa mulai dari Ec sampai sini lengkap dengan sepatu’
Kami berhamburan lari mengemasi barang-barang yang belum terkemas, diburu oleh teriakan Danlap dari kejauhan. Alhasil sudah jelas kami gak mungkin kembali dengan keadaan siap dalam hitungan 30, wkwkwk.. itulah saat pertama kami mendengar kalimat yang nantinya akan akrab di telinga kami :D ‘Hadap serong kanan, Ambil posisi.. Turun.. hahaha’. Tak lama, tampak semi-Indis lain yang mengecek perkap kami satu-satu. Barang-barang itu sangat berarti bagi kami masing-masing karena tiap barang tak lengkap memberikan sumbangsih pada hukuman yang akan kami terima. (aku kena 16 padahal lumayan lengkap lhoo..). 16 dikalikan 2 macam -> push up dan sit up.
Danlap bilang “kami gak niat mencari-cari kesalahan kalian, kami Cuma ingin menunjukkan kekurangan kalian yang harus kalian sadari lengkap dengan segala resikonya.. ” (aku juga mantan Indis mas, dan inilah yang sering jadi alibi bagi mereka mereka sie disipliner..wkwk).
sekarang waktu kalian makan 15 menit dan tunggu instruksi selanjutnya.
Perut kami belum bisa berkompromi jika mau makan nasi, kami Cuma makan biscuit dan logistic lain yang bisa mengganjal perut lapar kami.
Materi pertama : packing memakai carier oleh mas syarif Hidayat, survival dan pembuatan bivak. (sekali lagi aku inget angkatan Bebek..)
Di sela-sela materi selanjutnya kami selalu bertemu Danlap dan disuruh nyicil hutang kami.
Next session is @masjid. Bersama mas Sina kami bincang-bincang kami mendapat materi dari pak Imam Subkhan (mantan kepala sekolah Akademi Berbagi Solo). Dan selanjutnya ada sesi analisis kondisi social di sekitarr kami nge-camp dalam sudut pandang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Kami mendatangi beberapa warga dan kami seakan mengadakan penelitian dengan sampel random. Setengah 12 kami balik ke masjid dan sholat Dzuhur. Panitia baik banget coz di saat itu dateng deh sekeranjang nasi, sayur dan tempe. Meskipun biasanya makanan ini dipandang sebelaah mata entah kenapa di saat itu makanan itu terlihat lezat bagi kami yang kelaparan tanpa nasi.. haha
Di hari kedua kami kedatangan 3 teman di siang hari dan 1 teman di malam hari (bungsu, Dinia, Hanifah). Kasihan mbak Icha sama mbak Tika mau pulang penelitian gak boleh sementara dek Ririn boleh pulang.. Hana dateng di malem harinya bersama mas Syarif =.=”
Sesi sehabis dzuhur adalah bersama Akhi Suki mengenai PP dan kawan-kawannya hingga sore. Setelah Ashar kami berjalan menuju jalan setapak dan mengadakan simulasi bencana di sebuah tempat yang ‘nylempit-nylempit’ hingga adzan Maghrib berkumandang. Kami berjalan mengikuti jalan setapak yang ada dan ternyata tanpa sadar (karena kami melihat dari sisi yang berbeda..) kami kembali ke tempat lapang tempat kami tidur semalam.

VC part I

-->
Seperti judulnya, maybe this is *Just Another My Life Story :D*
Bermula dari sebuah sms :
Assalamu’alaikum Wrwb.. Relawan?? Inspiratif Produktif !!! Sudah daftar relawan kalo gak ikut Volunteer Camp >> Rugi.. Tanggal 25-27 Mei 2012. Tunjukkan komitmenmu. Bisa?? Mohon dibales!!
Karena minggu itu kebetulan gak ada agenda yang penting. Akhirnya kubales :
Insya Allah kalo tidak berhalangan saya ikut Volunteer Camp-nya.
Hari itu adalah hari Rabu sementara acara tinggal 2 hari lagi. Terbersit dalam fikiranku sejenak di kala itu. Ahh ikut gak yaa?? Akhirnya dengan kemantapan hati akupun berniat untuk ikut. Tak peduli temen-temen relawan yang katanya jumlahnya banyak mau ikut ato enggak yang penting aku kudu ikut. Hihihihi.. rugi lah yaa kalo gak ikut yang namanya up-grading suatu lembaga yang kami ikuti karena disitulah letak kesolidan awal itu akan terbentuk (mantan Kabiro Konsolidasi Internal Lembaga broo.. :D)
Sifatku yang terlalu ngenthengke pun kumat..sampai Kamis aku baru mencari-cari list perkap ataupun barang bawaan yang mau dibawa buat acara VC. Sorenya pun akhirnya kudapatkan setelah diemailkan oleh salah satu anggota kelompok. Ini dia list perkap nya.. dan ini adalah tetek bengek nya.. :D
Wew, tak kusangka banyak sekali yang harus dipersiapkan untuk VC padahal acara tinggal besok. Huaa.. akupun kalang kabut minta bantuan ama IIN buat pinjem segala perkap naik gunungnya dan dia-pun senewen karena melihat sikap burukku yang kumat dan tidak perfeksionis. Jam 1-pun aku baru tidur karena nyicil ngumpulin barang-barang yang bisa disiapkan hari itu juga seperti carier, nesting, kompor, mantel, baju dan kawan-kawannya.
Esoknya-pun aku terbangun dengan perasaan ngantuk karena tidur hanya beberapa jam. Setelah kuliah Karakteristik Mikroskopi akhirnya akupun balik kerumah persiapan buat belanja barang-barang logistic dan survival. Dalam rentang waktu beberapa jam tak terasa aku harus kembali lagi ke kampus padahal banyak yang kudu disiapin. Beberapa menit kemudian ada sms masuk dari seseorang pengurus (dari gVC? Yang ternyata belakangan diketahui namanya.. haha)
Relawan itu selalu siap siaga, siap dipanggil kapanpun. Saling berbagi dengan sesama, tidak meninggalkan sahabatnya saat kesusahan. Meminggirkan egoisnya untuk memberi. Relawan semata bukan karena status namun kemudian tak memberi kontribusi atau malah lari saat dicari. Semangat VC RSN 2012. Siapa punya jiwa yang kuat, fisik lelah bukanlah masalah.
Bener sekali itu mas, cocok banget sama kondisiku sekarang.. haha.. kuliah Biokimia di siang hari hanya sekedar lewat dalam memori otakku, walau raga ini saat itu sedang berada di kelas..namun fikiranku melayang-layang mencari-cari kepada siapakah aku harus meminjam peralatan yang sampe saat itu belum lengkap. Jam setengah5 aku baru bisa kembali kerumah dan dengan segala ketidaklengkapan peralatan aku mulai pack-ing. Gak peduli deh peralatan yang belum tak bawa karena Waktu udah memburuku untuk segera bergegas menyambut VC.
Senjapun sudah menyapa dan azan maghrib telah berkumandang. Setelah siap akhirnya ku-pun melangkah menuju tempat awal kami berkumpul (baca : Empowering Centre). Ketika sampai disana ternyata sudah banyak teman teman yang datang dan setelah Isya kami menuju ke masjid untuk upacara pemberangkatan awal. Upacara berlangsung secara singkat dan khidmat dimana saat itulah pertama kalinya Danlap menyiapkan barisan kami , wkwkwk..
Penanggung jawab acara : General Manager RSn >> mas Faris. Ketua panitia >> Mas Wicak. Dan acaranya berlangsung di Sosogan, Rejosari, Gondang, Karanganyar. (ternyata daerah rumahnya mas Wahab.. hehe)
Perjalanan panjang diawali langkah langkah kecil kami (para Carel / Calon Relawan). Langkah – langkah kecil kami menapaki jalan menuju sebuah tujuan yang tak pernah kami tahu. Yaa..perjalanan ini pasti ada ujungnya, tapi kami tidak tahu sampai kemana perjalanan ini akan berakhir. sepanjang perjalanan kami semakin akrab dan semakin mengenal satu sama lain tak peduli darimana dia berasal karena disaat itu status kami adalah sama,, PESERTA VC 2012. Di jam – jam setelahnya sudah terlihat karakter masing-masing, mana yang suka menolong, egois dan baik hati semua terlihat.
Meter demi meter telah kami lewati bersama. Carier yang menggantung di pundak semakin mengikuti hukum alamnya untuk tunduk pada hukum gravitasi. Dan kerongkongan-pun juga telah meraung-raung minta diisi. Beberapa meter berjalan-pun temen temen sudah banyak istirahat *padahal itu belum seberapa jika dibandingin kalo kami ikut diklat UKM univ atau Mapala gitu. Hehe..
Sebenernya aku juga capek ngegendong tas segede itu, orang temen2 aja Cuma pake ransel dan isinya juga gak selengkap aku (sombong broo..). kami melewati gang deket EC, lewat jalan naik, lewat kampung, lewat sawah di tengah perumahan, lewat kampung dan akhirnya mulai lewat jalan sawah di tengah hutan dimana mata kami sudah gak bisa menangkap cahaya di kegelapan malam. Senter mulai hidup dan hawa mulai dingin, tapi kami merasa gerah (iyaalah jalan jauh kok..). rasi bintang yang menghiasi langit semakin tampak.. subhanallah.. perasaan de javu ini muncul.. aku jadi inget sama “THE ANGEL’s” yang sekarang sudah nggak aku tahu kabarnya lagi. Kami pernah berjuang bersama lebih berat dari ini, lebih parah dan lebih hebat dari malam ini. Saat saat ketika kebersamaan semakin diuji, kesetiakawanan, rasa saling tolong menolong dan membantu teman yang kepayahan semuanya ada. Ahhh.. sudah.. duniaku mungkin memang bukan disana kali yaa.. J